Nama : Husniyah
Kelas : 2B BK
NIM : 1601015090
Dosen
Pengampu : Cici Yulia, M.Pd
Artikel Keagamaan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia iman diartikan sebagai
kepercayaan atau keyakinan.[1]
Sedangkan kitab (jama’nya kutub) adalah bentuk masdar dari kata ka-ta-ba yang
berarti menulis. Setelah menjadi masdar artinya menjadi tulisan atau yang
ditulis.[2] Yang
dimaksud dengann kitab-kitab allah dalam tulisan ini adalah kita-kitab yang
diturunkan oleh allah kepada para nabi dan rasul-Nya.
Dengan demikian, maksud dari iman kepada kitab-kitab allah adalah
mempercayai dan meyakini bahwa kitab-kitab itu benar-benar wahyu yang
diturunkan oleh allah kepada para Nabi dan Rasul-Nya untuk menjadi pedoman hidup
bagi umat manusia.
Iman kepada kitab yang diwahyukan oleh allah merupakan salah satu
fondasi dalam ajaran islam. Bagi umat islam kepercayaan kepada Al-Quran, pada
saat yang bersamaan juga mesti mempercayai kitab-kitab yang lain yang juga
diturunkan oleh allah SWT. Karena itu, pengingkaran terhadap hal ini, iman
kepada kitab, otomatis menjadi pengingkaran kepada allah dan Rasulnya.
Dalam
Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah menegaskan sebagai berikut:
“kita
wajib percaya bahwa allah telah menurunkan beberapa kitab kepada
rasul-rasul-Nya untuk memperbaiki manusia tentang urusan dunia dan agama
mereka. Diantara kitab itu, ialah Zabur kepada Nabi Daud, Taurat kepada Nabi
Musa, Injil kepada Nabi Isa, dan Al-Quran kepada Nabi Muhammad yang menjadi penutup. Dan bahwa Al-Quran adalah
firman allah dan kitab terakhir yang diturunkan, yang memuat apa yang tidak
termuat pada lainnya, mengenai syariat, budi pekerti luhur dan kesempurnaan
hukum.”[3]
Oleh sebab itu penegasan-penegasan diatas dapat pembeda bagi setiap
orang untuk disebut beriman atau sebaliknya (kafir). Lebih dari sekedar
percaya, keyakinan kepada kitab-kitab menjadi pandangan dunia untuk melihat
realitas dunia. Karena dalam pandangan islam, mengetahui realitas semesta tidak
semata-mata dilakukan oleh panca indra, tapi juga dibimbing oleh kitab-kitab,
yang oleh pandangan Al-Quran, kitab-kitab itu adalah Zabur, Taurat, dan Injil.
Taurat
Kata Taurat berasal dari kata Thora (Bahasa Ibrani) yang artinya
perintah atau hukum, yang merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah
kepada Nabi Musa. AS. Kitab ini berlaku hanya bagi Nabi Muasa AS. Dan Bani
Israil.[4]
Isi Pokok Taurat ini adalah sepuluh firman atau Perintah yang
diterima oleh Nabi Musa AS. Dipuncak Gunung Thursina. Sepuluh perintah Allah
SWT tersebut sebagai berikut.
1.
Keharusan
mengakui ke Esa-an Allah dan mencintai-Nya
2. Larangan
menyembah patung dan berhala, sebab Allah SWT tidak dapat diserupakan dengan
makhluk-makhluk-Nya baik yang ada di langit, di darat, maupun di air.
3.
Perintah
menyebut nama Allah SWT
4.
Perintah
memuliakan hari sabat (sabtu)
5.
Perintah
menghargai ayah-ibu
6.
Larangan
membunuh sesama manusia
7.
Larangan
membuat cabut (mendekati zina)
8.
Larangan
mencuri
9.
Larangan
berdusta (menjadi saksi palsu)
1. Larangan berkeinginan memiliki atau menguasai barang orang lain
dengan cara yang tidak halal
Zabur
Dalam bahasa Ibrani kata Zabur disebut mizmor, dan didalam bahasa
Suryani disebut mazmor. Zabur adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah
kepada Nabi Daud AS. Dalam Al-Quran ada beberapa ayat yang menceritakan tentang
Zabur.
(QS.
Ali Imrom [3]:3)
“Dia
menurunkan Al Kitab (Al-Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab
yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil”
(QS.
Al-Qamar [54]:52)
“Dan
segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercacat dalam buku-buku catatan.”
Injil
Injil berasal dari bahasa Yunani Eaggelion yang berarti berita
gembira. Kitab suci Nabi Isa ini disebut pembawa berita gembira karena memang
isinya membawa kabar gembir tentang akan datangnya kerasulan Rasulullah SAW.
Sekaligus menjadi penegas bahwa Taurat berasal dari Allah SWT. Injil hadir
untuk menjadi panduan bagi kaum Nasrani.
“kita
wajib percaya bahwa allah telah menurunkan beberapa kitab kepada
rasul-rasul-Nya untuk memperbaiki manusia tentang urusan dunia dan agama
mereka. Diantara kitab itu, ialah Zabur kepada Nabi Daud, Taurat kepada Nabi
Musa, Injil kepada Nabi Isa, dan Al-Quran kepada Nabi Muhammad yang menjadi penutup. Dan bahwa Al-Quran adalah
firman allah dan kitab terakhir yang diturunkan, yang memuat apa yang tidak
termuat pada lainnya, mengenai syariat, budi pekerti luhur dan kesempurnaan
hukum.”[5]
[1] Tim Penyusun
Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1995. Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Balai Pustaka: Jakarta, hlm. 372
[2] Ibid, hlm. 373
[3] Majlis Tarjih
Pusat Muhammadiyah, 2009. Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, Suara
Muhammadiyah: Yogyakarta, hlm. 17
[4] Tim Penyusun
Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Op.Cit. hlm. 477
[5] Majlis Tarjih
Pusat Muhammadiyah, Loc.Cit