Senin, 15 Mei 2017

Artikel Keagamaan

Nama                           : Husniyah
Kelas                           : 2B BK
NIM                            : 1601015090
Dosen Pengampu        : Cici Yulia, M.Pd

Artikel Keagamaan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia iman diartikan sebagai kepercayaan atau keyakinan.[1] Sedangkan kitab (jama’nya kutub) adalah bentuk masdar dari kata ka-ta-ba yang berarti menulis. Setelah menjadi masdar artinya menjadi tulisan atau yang ditulis.[2] Yang dimaksud dengann kitab-kitab allah dalam tulisan ini adalah kita-kitab yang diturunkan oleh allah kepada para nabi dan rasul-Nya.
Dengan demikian, maksud dari iman kepada kitab-kitab allah adalah mempercayai dan meyakini bahwa kitab-kitab itu benar-benar wahyu yang diturunkan oleh allah kepada para Nabi dan Rasul-Nya untuk menjadi pedoman hidup bagi umat manusia.
Iman kepada kitab yang diwahyukan oleh allah merupakan salah satu fondasi dalam ajaran islam. Bagi umat islam kepercayaan kepada Al-Quran, pada saat yang bersamaan juga mesti mempercayai kitab-kitab yang lain yang juga diturunkan oleh allah SWT. Karena itu, pengingkaran terhadap hal ini, iman kepada kitab, otomatis menjadi pengingkaran kepada allah dan Rasulnya.
Dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah menegaskan sebagai berikut:
“kita wajib percaya bahwa allah telah menurunkan beberapa kitab kepada rasul-rasul-Nya untuk memperbaiki manusia tentang urusan dunia dan agama mereka. Diantara kitab itu, ialah Zabur kepada Nabi Daud, Taurat kepada Nabi Musa, Injil kepada Nabi Isa, dan Al-Quran kepada Nabi Muhammad yang  menjadi penutup. Dan bahwa Al-Quran adalah firman allah dan kitab terakhir yang diturunkan, yang memuat apa yang tidak termuat pada lainnya, mengenai syariat, budi pekerti luhur dan kesempurnaan hukum.”[3]
Oleh sebab itu penegasan-penegasan diatas dapat pembeda bagi setiap orang untuk disebut beriman atau sebaliknya (kafir). Lebih dari sekedar percaya, keyakinan kepada kitab-kitab menjadi pandangan dunia untuk melihat realitas dunia. Karena dalam pandangan islam, mengetahui realitas semesta tidak semata-mata dilakukan oleh panca indra, tapi juga dibimbing oleh kitab-kitab, yang oleh pandangan Al-Quran, kitab-kitab itu adalah Zabur, Taurat, dan Injil.
Taurat
Kata Taurat berasal dari kata Thora (Bahasa Ibrani) yang artinya perintah atau hukum, yang merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Musa. AS. Kitab ini berlaku hanya bagi Nabi Muasa AS. Dan Bani Israil.[4]
Isi Pokok Taurat ini adalah sepuluh firman atau Perintah yang diterima oleh Nabi Musa AS. Dipuncak Gunung Thursina. Sepuluh perintah Allah SWT tersebut sebagai berikut.
1.      Keharusan mengakui ke Esa-an Allah dan mencintai-Nya
2.  Larangan menyembah patung dan berhala, sebab Allah SWT tidak dapat diserupakan dengan makhluk-makhluk-Nya baik yang ada di langit, di darat, maupun di air.
3.      Perintah menyebut nama Allah SWT
4.      Perintah memuliakan hari sabat (sabtu)
5.      Perintah menghargai ayah-ibu
6.      Larangan membunuh sesama manusia
7.      Larangan membuat cabut (mendekati zina)
8.      Larangan mencuri
9.      Larangan berdusta (menjadi saksi palsu)
1.     Larangan berkeinginan memiliki atau menguasai barang orang lain dengan cara yang tidak halal

Zabur
Dalam bahasa Ibrani kata Zabur disebut mizmor, dan didalam bahasa Suryani disebut mazmor. Zabur adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Daud AS. Dalam Al-Quran ada beberapa ayat yang menceritakan tentang Zabur.
(QS. Ali Imrom [3]:3)
“Dia menurunkan Al Kitab (Al-Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil”
(QS. Al-Qamar [54]:52)
“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercacat dalam buku-buku catatan.”

Injil
Injil berasal dari bahasa Yunani Eaggelion yang berarti berita gembira. Kitab suci Nabi Isa ini disebut pembawa berita gembira karena memang isinya membawa kabar gembir tentang akan datangnya kerasulan Rasulullah SAW. Sekaligus menjadi penegas bahwa Taurat berasal dari Allah SWT. Injil hadir untuk menjadi panduan bagi kaum Nasrani.
“kita wajib percaya bahwa allah telah menurunkan beberapa kitab kepada rasul-rasul-Nya untuk memperbaiki manusia tentang urusan dunia dan agama mereka. Diantara kitab itu, ialah Zabur kepada Nabi Daud, Taurat kepada Nabi Musa, Injil kepada Nabi Isa, dan Al-Quran kepada Nabi Muhammad yang  menjadi penutup. Dan bahwa Al-Quran adalah firman allah dan kitab terakhir yang diturunkan, yang memuat apa yang tidak termuat pada lainnya, mengenai syariat, budi pekerti luhur dan kesempurnaan hukum.”[5]





[1] Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka: Jakarta, hlm. 372
[2] Ibid, hlm. 373
[3] Majlis Tarjih Pusat Muhammadiyah, 2009. Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, Suara Muhammadiyah: Yogyakarta, hlm. 17
[4] Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Op.Cit. hlm. 477
[5] Majlis Tarjih Pusat Muhammadiyah, Loc.Cit

0 komentar:

Posting Komentar

 

Media Dalam BK Template by Ipietoon Cute Blog Design